Jumat, 14 Agustus 2015

Bahaya Sepilis



Bahaya “Sepilis”
Pemahaman pemikiran Islam saat ini  penting. Supaya tidak ada salah persepsi mengenai Islam itu sendiri. Maraknya kasus yang dialami Negara Indonesia salah satu akibat pemahaman Islam yang parsial. Hadirnya Kuliah peradaban angkatan 1 ini, membedah seputar “SEPILIS” secularism, pluralism dan liberalism bersama ustadz Hafiz Ary Nurhadi. Acara yang bedurasi 3 jam ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Bandung. Peserta pun antusias dengan materi ini. Hal ini ditunjukkan dengan partisipasi peserta aktif memberikan pertanyaan.
Dalam menyampaikan materinya ust. Hafiz Ary sangat komunikatif. Dengan melontarkan beberapa pertanyaan tentang, “apa itu Islam?,” “Apakah Islam itu agama yang benar atau yang paling benar”,. Sebenanya paham sepilis sudah ada sejak jaman dulu. Allah SWT telah memberikan infomasi tentang mereka yang berpaham sekuler,liberal dan pluralis. Paham Sepilis ini semua terbantahkan oleh Islam. Sejarah menjadi fakta bahwa pemahaman Islam lah yang Berjaya di dunia ini. Ketika Islam menguasai dunia dengan peradaban islam yang begitu megah, berbagai Pengetahuan muncul dan menjadi sumbangsih terbesar untuk dunia sampai kemudian peradaban Islam hilang lenyap dan barat dengan pemahaman Sepilisnya muncul, menonjol. Gereja dengan Pausnya yang menjadi penguasa dunia, Biksu dengan pemahaman budi nya melahirkan agama Budha.
Belahan Eropa sebelum masuknya Islam sangat mengerikan. Terkecuali Spanyol atau lebih dikenal dengan sebutan Andalusia karena saat itu Andalusia dikuasai oleh Islam. Sehingga agama non Islam ketika berkuasa tidak memberikan ketentraman justru malah memberikan ketegangan. Istilah Dark age dimana zaman ketika agama menguasai Negara terkhusus Kristen pada waktu itu dengan pembantaian kepada umat manusia yang tidak tunduk pada ajaran agamanya, sampai saat ini diabadikannya musieum kegelapan symbol penyiksaan para pendeta kepada umat manusia. Akhirnya, muncullah pemahaman secular (sekularisme) menganggap bahwa agama tidak boleh masuk kedalam kehidupan. Melihat dampak saat ini di Indonesia banyak juga yang mengatakan bahwa ajaran agama tidak masuk kurikulum pendidikan. Seperti itulah pemikiran orang sekuler, ada orang yang menganggap bahwa ajaran agama semuanya itu benar bagi penganut paham pluralis, sedangkan  penganut paham liberal bahwa agama itu bebas yang terpenting tidak mengganggu hak-hak orang lain.
Dengan paradigm seperti itu kita harus hati –hati terhadap bahaya “SEPILIS” diantaranya: bisa merusak akhlaq, bisa menghancurkan pemikiran “tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu?tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum thagut, dan setan bermaksud menyesatkan mereka”(4:60), bisa melarutkan kepribadian ”Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi sama (dengan mereka)…” (4:89), bisa menumbangkan aqidah/murtad “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad).. ” (3:149).
Sehingga tugas kita saat ini, pertama Bersikap aktif dalam kancah pertarungan ini (tidak pasif dan sekedar defensif), kedua menumbuhkan tradisi ilmu di tengah-tengah masyarakat Islam. Ketiga, Menggunakan sarana-sarana informasi dan telekomunikasi semaksimal mungkin dalam merespon globalisasi dengan sikap yang bijak.
Waallahu’alam bishshowab

1 komentar: