kajian pertama, pada hari sabtu, 23 Mei 2015,
Kuliah perdana ini dibuka dengan materi “Mengenal Sepilis” yang disampaikan oleh Hafidz Ary,
salah seorang aktivis Indonesia Tanpa JIL (ITJ). Acara yang berlangsung
di Aula lantai 2 mesjid Nurul Fallah, ini berjalan lancar.
“Kasus-kasus penyimpangan yang ada di Indonesia saat ini seperti,
pernikahan gay/lesbi, tawuran anak sekolah, sex bebas, maraknya video porno ini
diakibatkan oleh paradigma masyarakat yang menganggap bahwa ada pemisah antara
agama dan kehidupan sehingga ini sudah terpengaruhi oleh paham sekularisme,
pluralism dan liberalism kata Ust. Hafidz Ary dalam penjelasannya mengenai
materi Mengenal Sepilis. Sehingga
kita harus waspada terhadap Bahaya Sepilis” ujar pemilik akun Twitter @hafidz_ary
ini.
KaPe angkatan pertama ini diikuti oleh peserta dari berbagai
kalangan. Mahasiswa yang mengikutinya berasal dari berbagai kampus, antara lain
ITB, ITENAS, STEMBI, UNPAD dan
lain-lain. Selain dari kalangan mahasiswa, tidak sedikit juga yang berasal dari
kalangan pekerja dan ibu rumah tangga.
“Mengikuti kuliah peradaban ini menambah pengetahuan saya tentang
bahaya Sekuler, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis) di kehidupan masyarakat
saat ini” ungkap Nirma, aktivis Pusat Zakat Umat Unit Cihideung,Tasikmalaya
ketika ditanya pengalamannya bersama KaPe.
Kuliah Peradaban Bandung akan berlangsung selama
tiga bulan ke depan setiap Sabtu atau Minggu pukul 13.00-15.30 WIB. Waktu
Ramadhan Insyaallah pukul 09.00-12.00 WIB. Salah satu tujuan diadakannya KaPe
ini adalah melahirkan pejuang peradaban Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar