Tujuan mengkaji ilmu falaq ini yakni
untuk mengembalikan kejayaan Islam. Apa bedanya Astronomi dengan ilmu falaq? Astronomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari
astro (άστρο) yang berarti bintang dan nomos (νόμος) yang berarti
peraturan/hukum. Astronomi ialah
ilmu yang mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik, dan kimiawi benda-benda
yang bisa dilihat maupun tidak terlihat atau kasat mata di langit – juga proses
yang melibatkan benda-benda tersebut.
Seorang Falakï
Persatuan Islam (PERSIS), al-Ustadz Ali Ghozali mendefinisikan Ilmu Falak
sebagai berikut: “Ilmu Falak ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari
lintasan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, Bintang-bintang, dan
benda-benda langit lainnya. (Ghozaly 2002) Uum Jumsa menambahkan: “untuk
diketahui suatu benda langit terhadap benda langit lainnya agar diketahui
pengaruhnya terhadap perubahan waktu di Bumi.” (Jumsa 2006). Ilmu falaq berkait dengan objek benda langit.
Penggagas pertama Astrolube yaitu
Maryam al Astrulabi. “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,
Matahari dan Bulan mereka bertasbih pada falak (garis edarnya).” ﴾Q.S. al-Anbiya’(21):
33 ﴿ “Dalam Q.S. Al-Anbiya,21:33, memaknai kata yasbihu yaitu bertasbih, bukan mengelilingi. Karena bertasbih lebih
luas maknanya ketimbang beredar, ada macam-macam objek lain di angkasa”, tutur
ust. Zaid.
Sebagai contoh, nabi Idris adalah
orang pertama, yang membuat baju. Nabi Adam oleh Allah diberi ilmu untuk
mengenal nama-nama alam semesta. Nabi idris juga bisa menentukan cuaca hal ini
penting untuk para petani sampai sekarang. Beliau juga meneliti keadaan alam
semesta. Dalam masyarakat Mesir yang menyembah banyak dewa, salah satunya ada
dewa yang bernama Osiris, menurut pemateri bahwa dewa Osiris adalah nabi Idris
yang berarti orang yang diangkat ke langit dan dijadikan symbol bintang. Ilmu
falaq ada sebelum manusia ada, sebelum ada matematika namun sebatas pengamatan.
Permasalahannya adalah tidak adanya literature.
Jika kita melihat peta dunia saat ini
terbalik bisa dilihat posisi Negara Yaman saat ini berada dibawah dekat dengan
Negara Arab Saudi. Padahal arti Yaman sendiri yaitu kanan, dan jika dibalik
maka tepat Negara Yaman ini sebelah kanan. Ketika bangsa Mongol menyerang Islam
dan terjadi pertempuran di dekat laut sehingga dikenal namanya sampai saat ini
yaitu laut hitam.
Ilmu falaq berhubungan dengan
trigonometri. Falak berarti lingkaran, berfungsi untuk menentukan gerhana,
waktu sholat, arah kiblat, dan waktu puasa. Al-Falaq adalah gelombang yang
bulat secara berulang-ulang, 1908 secara bahasa. Angkasa itu tidak sunyi
melainkan ada suara-suara seperti instrument music klasik. Transit/okultasi
adalah hamper sama dengan gerhana matahari/bulan.
Penemu Gravitasi pertama yaitu Abu
Rayhan Al-Biruni (973-1048). Jarum jam bandul oleh Ibn Yunus, Al-Jazari membuat
jam gajah. Gajah bergerak seperti robot ini yang mendasari pembuatan robot.
Kemudian ada lagi konsep anti gravitasi misalnya air mancur menggunakan anti
gravitasi ilusi optic. Einstein menemukan relativitas dan gravitasi memiliki
efek melengkungkan ruang tidak ada yang melebihi kecepatan dari kecepatan
cahaya. Namun kisah nabi Sulaiman atas izin Allah singgahsananya bisa pindah
dalam sekejap mata. Ini belum ada teknologi yang menandinginya untuk saat ini.
Beberapa Ilmuan pertama di dunia yaitu
dari cendekiawan muslim mereka menginspirasi. Namun kenyataannya ilmuan barat lebih menonjolkan diri dalam
teknologi seolah-olah mereka lah penemu pertama. Ibn Al-Haitham yang
menerangkan kerja kamera, Ibn Khaisam menemukan lensa diabad ke-10. Abbas Ibnu
Firnas penemu pesawat, Abu Qasim Al-Jahrawi ahli bedah. Penemu Teleskop Ibn
Yunus, bukan Galileo, dan catatanya hampir mirip namun mereka tidak
mencantumkan referensinya. Hal ini dikarenakan; 1. Bahasa Arab ditranslitkan ke
bahasa Inggris susah, 2. Menghilangkan pengarang Asli, 3. Ada gerakan untuk
menghilangkan peradaban Islam.
Waktu itu ada ketika ada bigbang.
Ketika teleskop ditemukan, Galileo mengamati matahari, muncul bintik-bintik
matahari yang disebut dengan sunspot. Menurutnya sunspot ada seiring
berjalannya waktu hal ini yang mengindikasikan terjadinya badai matahari.
Motivasi umat Islam untuk meneliti segala
penciptaan dibumi tersirat dalam Al-Kitab menegaskan bahwa pikirkanlah segala
ciptaan Allah, namun jangan pikirkan dzat yang menciptakannya karena tidak akan
terpikirkan. Wallahu ‘alam bish-showab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar