Bahaya “Sepilis”
Pemahaman
pemikiran Islam saat ini penting. Supaya
tidak ada salah persepsi mengenai Islam itu sendiri. Maraknya kasus yang
dialami Negara Indonesia salah satu akibat pemahaman Islam yang parsial. Hadirnya
Kuliah peradaban angkatan 1 ini, membedah seputar “SEPILIS” secularism,
pluralism dan liberalism bersama ustadz Hafiz Ary Nurhadi. Acara yang bedurasi
3 jam ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di
Bandung. Peserta pun antusias dengan materi ini. Hal ini ditunjukkan dengan
partisipasi peserta aktif memberikan pertanyaan.
Dalam
menyampaikan materinya ust. Hafiz Ary sangat komunikatif. Dengan melontarkan
beberapa pertanyaan tentang, “apa itu Islam?,” “Apakah Islam itu agama yang
benar atau yang paling benar”,. Sebenanya paham sepilis sudah ada sejak jaman
dulu. Allah SWT telah memberikan infomasi tentang mereka yang berpaham
sekuler,liberal dan pluralis. Paham Sepilis ini semua terbantahkan oleh Islam.
Sejarah menjadi fakta bahwa pemahaman Islam lah yang Berjaya di dunia ini.
Ketika Islam menguasai dunia dengan peradaban islam yang begitu megah, berbagai
Pengetahuan muncul dan menjadi sumbangsih terbesar untuk dunia sampai kemudian
peradaban Islam hilang lenyap dan barat dengan pemahaman Sepilisnya muncul,
menonjol. Gereja dengan Pausnya yang menjadi penguasa dunia, Biksu dengan
pemahaman budi nya melahirkan agama Budha.
Belahan Eropa
sebelum masuknya Islam sangat mengerikan. Terkecuali Spanyol atau lebih dikenal
dengan sebutan Andalusia karena saat itu Andalusia dikuasai oleh Islam.
Sehingga agama non Islam ketika berkuasa tidak memberikan ketentraman justru
malah memberikan ketegangan. Istilah Dark age dimana zaman ketika agama
menguasai Negara terkhusus Kristen pada waktu itu dengan pembantaian kepada
umat manusia yang tidak tunduk pada ajaran agamanya, sampai saat ini
diabadikannya musieum kegelapan symbol penyiksaan para pendeta kepada umat
manusia. Akhirnya, muncullah pemahaman secular (sekularisme) menganggap bahwa
agama tidak boleh masuk kedalam kehidupan. Melihat dampak saat ini di Indonesia
banyak juga yang mengatakan bahwa ajaran agama tidak masuk kurikulum
pendidikan. Seperti itulah pemikiran orang sekuler, ada orang yang menganggap
bahwa ajaran agama semuanya itu benar bagi penganut paham pluralis,
sedangkan penganut paham liberal bahwa
agama itu bebas yang terpenting tidak mengganggu hak-hak orang lain.
Dengan paradigm seperti itu kita harus hati
–hati terhadap bahaya “SEPILIS” diantaranya: bisa merusak akhlaq, bisa menghancurkan
pemikiran “tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku
bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa
yang diturunkan sebelummu?tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum
thagut, dan setan bermaksud menyesatkan mereka”(4:60),
bisa melarutkan kepribadian ”Mereka ingin agar kamu menjadi kafir
sebagaimana mereka telah menjadi sama (dengan mereka)…” (4:89), bisa menumbangkan aqidah/murtad
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang kafir, niscaya
mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad).. ” (3:149).
Sehingga tugas kita saat ini,
pertama Bersikap aktif dalam kancah pertarungan ini (tidak pasif dan
sekedar defensif), kedua menumbuhkan tradisi ilmu di tengah-tengah masyarakat
Islam. Ketiga, Menggunakan sarana-sarana informasi dan telekomunikasi
semaksimal mungkin dalam merespon globalisasi dengan sikap yang bijak.
Waallahu’alam
bishshowab

tetap semangat kawands
BalasHapus