Bandung,
7/6_Minggu, Kuliah peradaban pekan ketiga bahas Ghazwul Fikri (perang pemikiran) bersama ust. Akmal Sjafril,
M.Pd.I. Acara yang berlangsung di aula mesjid Nurul Falaah, Buah batu, dimulai pukul
13.00-15.30 WIB dan dihadiri oleh 7 peserta perempuan, 10 peserta laki-laki.
Pemateri yang telah siap mengisi materi itu membuka perkuliahan dengan topik
Ghazwul Fikri kontemporer.
Dalam pemaparannya yang lugas ust.
Akmal menegaskan kepada generasi muda saat ini bahwa Ghazwul fikri adalah
fenomena umum yang telah terjadi sejak lama.Banyak pihak yang berkepentingan
melakukan ghazwul fikri terhadap umat Muslim. Ghazwul fikri hanya
bisa dimenangkan dengan ilmu. Sehingga kepada para pejuang Ilmu, terkhusus yang mengikuti
kuliah peradaban ini janganlah sekali-kali bertanya apa keuntungan buat saya
mengikuti ini, tetapi apa yang bisa kita dapatkan dari ilmu yang telah kita
ikuti ini. Sesungguhnya mencari ilmu itu butuh kesabaran, pengorbanan dan
perjuangan maka dengan bersusah payah salah satu usahanya. Jika menginginkan
harta maka bukanlah jalan para pejuang ilmu.
Peserta dengan
khidmat dan antusias mengikuti perkuliahan ini. Hal ini dilihat dari banyaknya
pertanyaan dari peserta. Diakhir session tim pun mengabadikan moment
perkuliahan dengan foto bersama pemateri. Panitia pun bertanya kepada salah
seorang peserta mengenai pesan kesan setelah mengikuti kegiatan perkuliahan
kali ini. “Materinya menarik, Ghazwul Fiqri lebih kejam daripada qital, karena
kita tidak menyadari bahwa itu perang, malah kita semakin larut dengan yang
mereka lakukan“, ungkap Ade Cucu.
Semoga kedepannya bisa lebih baik
lagi dengan kualitas dan kuantitas peserta Kape yang sudah terdaftar di panitia
berjumlah 32 orang bisa mengikuti semua. Dengan tagline nya lahirkan pejuang
peradaban Islam, KaPe akan terus berkarya. Terus semangat menebar kebaikan
dengan aksi kerelawanan.
dulu dijajah fisik, sekarang non fisik, alias pemikiran!
BalasHapus