Jumat, 14 Agustus 2015

Ghazwul Fikri


Bandung, 7/6_Minggu, Kuliah peradaban pekan ketiga bahas Ghazwul Fikri (perang pemikiran) bersama ust. Akmal Sjafril, M.Pd.I. Acara yang berlangsung di aula mesjid Nurul Falaah, Buah batu, dimulai pukul 13.00-15.30 WIB dan dihadiri oleh 7 peserta perempuan, 10 peserta laki-laki. Pemateri yang telah siap mengisi materi itu membuka perkuliahan dengan topik Ghazwul Fikri kontemporer.

Dalam pemaparannya yang lugas ust. Akmal menegaskan kepada generasi muda saat ini bahwa Ghazwul fikri adalah fenomena umum yang telah terjadi sejak lama.Banyak pihak yang berkepentingan melakukan ghazwul fikri terhadap umat Muslim. Ghazwul fikri hanya bisa dimenangkan dengan ilmu. Sehingga kepada para pejuang Ilmu, terkhusus yang mengikuti kuliah peradaban ini janganlah sekali-kali bertanya apa keuntungan buat saya mengikuti ini, tetapi apa yang bisa kita dapatkan dari ilmu yang telah kita ikuti ini. Sesungguhnya mencari ilmu itu butuh kesabaran, pengorbanan dan perjuangan maka dengan bersusah payah salah satu usahanya. Jika menginginkan harta maka bukanlah jalan para pejuang ilmu.
Peserta dengan khidmat dan antusias mengikuti perkuliahan ini. Hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta. Diakhir session tim pun mengabadikan moment perkuliahan dengan foto bersama pemateri. Panitia pun bertanya kepada salah seorang peserta mengenai pesan kesan setelah mengikuti kegiatan perkuliahan kali ini. “Materinya menarik, Ghazwul Fiqri lebih kejam daripada qital, karena kita tidak menyadari bahwa itu perang, malah kita semakin larut dengan yang mereka lakukan“, ungkap Ade Cucu. 
Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dengan kualitas dan kuantitas peserta Kape yang sudah terdaftar di panitia berjumlah 32 orang bisa mengikuti semua. Dengan tagline nya lahirkan pejuang peradaban Islam, KaPe akan terus berkarya. Terus semangat menebar kebaikan dengan aksi kerelawanan.
 

1 komentar: