Jumat, 14 Agustus 2015

Dekonstruksi Syariah




Bandung, 14/6_Minggu, Kuliah Peradaban (red, KaPe) pekan ke empat bahas materi seputar Dekonstruksi Syariah bersama Ust. Jeje Zainudin. Agenda rutin pekanan ini merupakan agenda lanjutan Ekspedisi Generasi Qur’ani. Acara yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa ini berlangsung lancar.

Dalam menyampaikan materinya yang lugas ustadz sekaligus Ketua Majelis Hukum MIUMI Pusat ini menerangkan bahwa dekonstruksi secara bahasa adalah pengurangan atau penurunan intensitas bentuk yang sudah tersusun, sebagai bentuk yang sudah baku (Kristeva,(1980:36-37)). “Sehingga adanya dekonstruksi syariah ini mencoba ingin menunjukkan ketidakberhasilan upaya penghadiran kebenaran absolut, dan ingin menelanjangi agenda tersembunyi yang mengandung banyak kelemahan dan ketimpangan di balik teks-teks,” terang Dosen Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Moh. Natsir Jakarta ini.
Isu dekonstruksi syariat saat ini misalnya tentang hukum berjilbab bagi seorang wanita bagi sebagian orang beranggapan bahwa jilbab bukanlah ajaran Islam tetapi hanya merupakan tradisi orang Arab dimana mereka menyesuaikan dengan lingkungan Arab yang panas dan berdebu  gurun. Padahal sebenarnya jilbab sudah tertulis dalam kitab Al-Qur’an sehingga merupakan sebuah kewajiban bagi wanita mukmin. “Kebanyakan orang yang menuntut hak melupakan kewajiban merupakan wujud dekonstruksi itu sendiri,”tegas ustadz Anggota Dewan Hisbah PP.  Persatuan Islam (PERSIS).
Antusias peserta dalam memberikan sederet pertanyaan membuat pemateri bersemangat menjelaskan kembali materi yang sudah dipaparkan. Berasal dari dekonstruksi inilah lahirnya paham-paham sekular, plural dan liberal.
Harapannya setelah belajar memahami dekonstruksi syariat ini kita selaku umat Islam, bisa lebih memahami ajaran Islam secara keseluruhan. Lebih paham lagi tuntutan syariah kita. “Belajar Islam yang benar, sosialisasi dan kaderisasi Islam, rubah paradigma Islam yang ekstrim dari benak masyarakat” tutur Intan peserta Kape menambahkan.
Kuliah peradaban akan berlangsung kembali di bulan Ramadhan dengan tema yang berbeda pada hari sabtu, pukul 09.00-12.00 WIB di Mesjid Nurul Falaah Buah batu Bandung. Dengan taglinenya menuntut ilmu butuh perjuangan, kesabaran dan pengorbanan. Lahirkan pejuang peradaban Islam. Tetap semangat!!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar