Bandung,
14/6_Minggu, Kuliah Peradaban (red, KaPe) pekan ke empat bahas materi seputar
Dekonstruksi Syariah bersama Ust. Jeje Zainudin. Agenda rutin pekanan ini
merupakan agenda lanjutan Ekspedisi Generasi Qur’ani. Acara yang dihadiri oleh
beberapa mahasiswa ini berlangsung lancar.
Dalam
menyampaikan materinya yang lugas ustadz sekaligus Ketua Majelis Hukum MIUMI Pusat ini
menerangkan bahwa dekonstruksi secara bahasa adalah pengurangan
atau penurunan intensitas bentuk yang sudah tersusun, sebagai bentuk yang sudah
baku (Kristeva,(1980:36-37)). “Sehingga adanya dekonstruksi syariah ini mencoba
ingin menunjukkan ketidakberhasilan upaya penghadiran kebenaran absolut, dan
ingin menelanjangi agenda tersembunyi yang mengandung banyak kelemahan dan
ketimpangan di balik teks-teks,” terang Dosen Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Moh. Natsir Jakarta
ini.
Isu dekonstruksi syariat saat ini
misalnya tentang hukum berjilbab bagi seorang wanita bagi sebagian orang
beranggapan bahwa jilbab bukanlah ajaran Islam tetapi hanya merupakan tradisi
orang Arab dimana mereka menyesuaikan dengan lingkungan Arab yang panas dan
berdebu gurun. Padahal sebenarnya jilbab
sudah tertulis dalam kitab Al-Qur’an sehingga merupakan sebuah kewajiban bagi
wanita mukmin. “Kebanyakan orang yang menuntut hak melupakan kewajiban
merupakan wujud dekonstruksi itu sendiri,”tegas ustadz Anggota Dewan Hisbah
PP. Persatuan Islam (PERSIS).
Antusias peserta dalam memberikan
sederet pertanyaan membuat pemateri bersemangat menjelaskan kembali materi yang
sudah dipaparkan. Berasal dari dekonstruksi inilah lahirnya paham-paham sekular,
plural dan liberal.
Harapannya setelah belajar memahami
dekonstruksi syariat ini kita selaku umat Islam, bisa lebih memahami ajaran
Islam secara keseluruhan. Lebih paham lagi tuntutan syariah kita. “Belajar
Islam yang benar, sosialisasi dan kaderisasi Islam, rubah paradigma Islam yang
ekstrim dari benak masyarakat” tutur Intan peserta Kape menambahkan.
Kuliah peradaban akan berlangsung
kembali di bulan Ramadhan dengan tema yang berbeda pada hari sabtu, pukul
09.00-12.00 WIB di Mesjid Nurul Falaah Buah batu Bandung. Dengan taglinenya
menuntut ilmu butuh perjuangan, kesabaran dan pengorbanan. Lahirkan pejuang
peradaban Islam. Tetap semangat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar